Perguruan

Ki Nantra

Ki Nantra

“Tiada benda tiada kesalahan, tiada keakuan mencapai kebahagian dan kelepasan “

Masyarakat Bali patut berbangga hati bahwasanya para leluhur Bali terdahulu telah mewariskan tradisi adi luhung, yang hingga kini tetap dilakukan secara turun temurun melalui parampara Paiketan Paguron Suling Dewata. Tradisi luhur ini pernah menjadikan Pulau Bali yang kita cintai sebagai Pancer Spiritual Dunia. Tidak itu saja, kehebatan Ilmu Silat Bali Kuno yang berasal dari pertapaan Chandra Parwata juga pernah menggegerkan dunia persilatan. Bukan di Nusantara saja, bahkan hingga ke manca negara seperti Langkapura, Jambu Dwipa, Tionggoan , Tibet , Butan, Kuroyewu, Jepun dan negeri-negeri lainnya pernah merasakan kehebatan Ilmu Silat Bali Kuno ini, bahkan ada suatu kesepakatan tidak tertulis diantara para pesilat terdahulu bahwa jangan pernah merasa hebat sebelum mencoba kehebatan pesilat-pesilat Gunung Watukaru. Namun seiring perkembangan jaman, keagungan tradisi Bali Kuno seolah tinggal kenangan. Bahkan masyarakat Bali sendiri menganggap semua itu sebagai cerita yang belum tentu kebenarannya. Sungguh sangat memprihatinkan. Tradisi yang begitu mulia sebagai cermin keagungan pulau Bali ternyata hampir punah dimakan jaman, namun keberuntungan para sesepuh Paiketan Paguron Suling Dewata tetap menjaga dan melestarikan tradisi luhur tersebut secara turun temurun melalui garis perguruan yang murni, sehingga tradisi luhur Bali Kuno tidak sampai hilang ditelan bumi. Pada tahun 1985, Paiketan Paguron Suling Dewata bergabung dalam IPSI dan berubah nama menjadi Perguruan Seruling Dewata . Dari sinilah perguruan yang sempat menggetarkan dunia dengan segala keunikannya mulai dikenal masyarakat luas. Walaupun dengan tertatih, namun perguruan ini tetap melanjutkan misinya memperkenalkan kembali tradisi luhur peninggalan para leluhur terdahulu kepada masyarakat. Saat ini Ki Nantra (Drs I Ketut Nantra) yang merupakan sesepuh Generasi IX Paiketan Paguron Suling Dewata, merupakan pewaris dari tradisi luhur Bali Kuno tersebut.Dipundak beliau tergantung tugas dan tanggung jawab yang sangat berat agar tradisi luhur tersebut tidak sampai punah.